Perception of public about early marriage based on education level

Abstract

Public perception of early marriage has many variations. The education level is factors which influence it. Aims of this research are to description’s differences public perception of early marriage based on education level. The method was ex-post facto with a threedesign. The population is the community of Sidojadi, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal, consists of 888 people and samples were 276 people. The instrumentis a perception of public about early mirage by using Likert scale model andreliability test is 0.910. Data were analyzed by using the descriptive statistics and ANOVA. The result of this research shows that there is a significant difference of public perception about early marriage based on the education level.

Keywords

perception of public, education level.

References

Afifah, T. (2011). Perkawinan Dini dan Dampak Status Gizi pada Anak (Analisis Data Riskesdas 2010). Gizi Indonesia, 34(2).

Agustian, H. (2013). Gambaran Kehidupan Pasangan yang Menikah di Usia Muda di Kabupaten Dharmasraya. Spektrum Pls, 1(01), 205-217.

Aryanti, H. (2014). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi pada Wanita Kawin Usia Dini di Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Tersedia di: http://www. pps. unud. ac. id/thesis/pdf_thesi s/unud-1007-437265649-hery% 20aryanti, 20, 1292161023.

Astuty, S. Y. (2013). Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Perkawinan Usia Muda Dikalangan Remaja di Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Welfare State, 2(1).

Azhar, S. K., & Daharnis, I. S. (2013). Persepsi Siswa tentang Layanan Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja yang Diberikan Guru BK SMAN 1 Kubung. Jurnal Ilmiah Konseling, 2(1), 146-150.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2016). Kemajuan yang Tertunda: Analisis data perkawinan usia anak di Indonesia, berdasarkan hasil susenas 2008-2012 dan sensus penduduk 2010. Jakarta Indonesia.

Billari, F. C., Philipov, D., & Baizán, P. (2001). Leaving Home in Europe: The experience of cohorts born around 1960. Population, Space and Place, 7(5), 339-356.

Caldwell, B. K. (2005). Factors Affecting Female Age at Marriage in South Asia: contrasts between Sri Lanka and Bangladesh. Asian Population Studies, 1(3), 283-301.

Desiyanti, I. W. (2015). Faktor-faktor yang Berhubungan terhadap Pernikahan Dini pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Mapanget Kota Manado. JIKMU, 5(3), 270-280.

Djamilah, D., & Kartikawati, R. (2016). Dampak Perkawinan Anak di Indonesia. Jurnal Studi Pemuda, 3(1), 1-16.

Dlori. (2005). Jeratan Nikah Dini, Wabah Pergaulan. Jogjakarta: Media Abadi.

Dwinanda, A. R., Wijayanti, A. C., & Werdani, K. E. (2017). Hubungan antara Pendidikan Ibu dan Pengetahuan Responden dengan Pernikahan Usia Dini. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(1), 76-81.

Emilia, R. O., & Wahyuni, B. (2007). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pernikahan Usia Dini di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Berita Kedokteran Masyarakat, 25(2), 51-52.

Fadlyana, E., & Larasaty, S. (2016). Pernikahan Usia Dini dan Permasalahannya. Sari Pediatri, 11(2), 136-41.

Fantuzzo, J., Tighe, E., & Childs, S. (2000). Family Involvement Questionnaire: A multivariate assessment of family participation in early childhood education. Journal of educational psychology, 92(2), 367.

Foedjiawati, F., & Semuel, H. (2009). Pengaruh sikap, Persepsi Nilai dan Persepsi Peluang Keberhasilan terhadap Niat Menyampaikan Keluhan (Studi Kasus pada Perusahaan Asuransi AIG Lippo Surabaya). Jurnal Manajemen Pemasaran, 2(1).

Heckman, J. J. (2011). The Economics of Inequality: The Value of Early Childhood Education. American Educator, 35(1), 31.

Kertamuda, F. E. (2009). Konseling Pernikahan untuk Keluarga Indonesia. Jakarta: Salemba Humanika.

Khomsatun, Trisnawati Y., & Pantiawati I. (2012). Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Menikah Dini tentang Kehamilan dengan Kecemasan Menghadapi Kehamilan di Kecamatan Pulosaari Kabupaten Pemalang. Jurnal Ilmiah Kebidanan. 3(1), 37-50.

Mustika, D. (2016). Pernikahan Dini dan Hubungannya dengan Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kota Jambi Tahun 2013-2014. Kontekstualita, 32(2).

Nagul, W., Yusuf, A. M., & Syahniar. (2013). Persepsi tentang Tugas dan Motivasi Kerja serta Pengaruhnya terhadap Kinerja Guru BK SMPN se-Kota Kupang. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 1(3), 1-8.

Nepal, P. (2012). Save the Children dan World Vision International Nepal. Child Marriage in Nepal Research Report. Nepal: Horizon Creation.

Pandaleke, P., Raule, J. H., & Tumurang, M. N. (2017). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pernikahan Usia Dini di Kecamatan Ratahan Timur Kabupaten Minahasa Tenggara. Community Health, 2(1).

Qibtiyah, M. (2015). Faktor yang Mempengaruhi Perkawinan Muda Perempuan. Biometrika dan Kependudukan, 3(1). 50-58.

Rahman, U. (2017). Karakteristik Perkembangan Anak Usia Dini. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 12(1), 46-57.

Sabirin, S. (2017). Perdagangan Perempuan dengan Dalih Perkawinan. Raheema, 4(1), 54-62.

Sardi, B. (2016). Faktor-faktor Pendorong Pernikahan Dini dan Dampaknya di Desa Mahak Baru Kecamatan Sungai Boh Kabupaten Malinau. eJournal Sosiatri-Sosiologi, 4(3), 194-207.

Stang, M. E. (2011). Faktor yang Berhubungan dengan Pernikahan Dini di Kelurahan Pangli Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara. J MKMI, 7(1), 105-10.

Undang-undang Perkawinan di Indonesia 1974. Surabaya: Karya Ilmu.

UNICEF. (2005). Earlv Marriage A Harmful Traditional Practice A Statistical Erplorcttion. The United Nations Chidren,s Fund (UNICEF).

Vasant, C., Ilayaraja, BS., & Ramya, S. (2015). Assessing Parents Awareness on Health Impacts of Early Marriage: A study in selected villages of moradabad, Uttar Pradesh. International Journal of Basic Medicine and Clinical Research, 2(5), 98-102.

Yunita, A. (2014). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pernikahan Usia Muda pada Remaja Putri di Desa Pagerejo Kabupaten Wonosobo. Jurnal Ilmiah STIKES Ngudi Waluyo Ungaran, Jawa Tengah.

Zakiyyah, N. R., SKM, I. B., Kes, M., & Kes, I. Z. M. (2015). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Penderita Kusta di Kabupaten Brebes. Unnes Journal of Public Health, 4(3).

DOI : https://doi.org/10.29210/2018131