Bimbingan dan konseling dalam menumbuhkan sikap percaya diri remaja

Abstract

Memiliki anak dengan rasa percaya diri yang tinggi pasti membuat orang tua bangga. Namun yang terjadi anak justru tumbuh menjadi anak yang minder, takut dan tidak percaya diri. Setiap orang tua, pasti ingin memiliki anak dengan rasa percaya diri yang tinggi. Namun jika anak bermasalah dengan rasa percaya dirinya, ada cara mudah yang bisa di lakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Rasa percaya diri erat kaitannya dengan rasa malu. Rasa malu yang berlebih dalam diri anak membuat anak menjadi tidak percaya diri. Sebenarnya rasa malu terlebih pada anak-anak merupakan rasa yang wajar dan normal. Namun jika anak selalu merasa malu dan menjadi tidak percaya diri hal ini patut mendapat perhatian lebih dari orang tua. Disadari atau tidak, rasa percaya diri yang rendah pada anak akan membuat anak kesulitan dalam bergaul dan bersosialisasi. Tak hanya itu, jika terus dibiarkan berbagai dampak negatif akibat rasa tidak percaya diripun bisa terjadi pada anak. Namun berbagai dampak negatif itu tidak akan terjadi jika anak dapat meningkatkan rasa percaya dirinya.

Keywords

Bimbingan dan Konseling, Percaya Diri

References

Winkel, 1991. Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Jakarta : Alfabeta, Ground

Depdiknas. 2004. Pedoman Kurikulum Berbasis Kompetensi bidang Bimbingan Konseling. Jakarta: Puskur Balitbang Depdiknas.

Muh Farozin., 2011, Model Bimbingan Klasikal untuk Meningkatkan Motivasi Belajar bagi Siswa SMP di Kulon Progo, Yogyakarta., disertasi, UPI, Bandung.

Kemendikbud, 2016, Disain Induk Naskah Akademik Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling Permendikbud Nomor 111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

DOI : https://doi.org//177