The spirit of goodness sebagai landasan pemikiran dan perilaku konselor/guru BK dalam pelayanan konseling

Abstract

Konseling adalah pendidikan, Konseling diartikan sebagai upaya yang dilakukan untuk memuliakan kemuliaan manusia. Manusia menjadi mulia jika perilakunya didasarkan pada nilai-nilai kebaikan. Sesuatu itu dikatakan baik jika secara logis dapat diterima dengan benar, jika dilakukan hasilnya benar dan jika diterapkan dalam kehidupan akan membentuk karakter yang baik. Konseling dikatakan berhasil jika orang yang terdidik mampu bertindak mulia. Orang-orang yang bertindak mulia akan mampu mengubah dunia ke arah yang lebih baik. Karena sekecil apapun aktivitas konseling perlu didasarkan pada nilai-nilai kebaikan. Nilai-nilai kebaikan akan memampukan seseorang berpikir benar, bertindak benar dan hidup dalam kebenaran. Oleh karena itu sekecil apapun aktivitas pendidikan harus didasarkan pada nilai-nilai kebaikan yang memampukan orang berpikir benar. Selain itu pendidikan juga harus membuat orang menjadi kuat karena mampu mengendalikan diri dan juga memampukan orang memberi makna yang luas dalam kehidupan.

Keywords

Think rightly, act rightly, life rightly

References

Milfayetty, S. (2010) Pengaruh Kebutuhan Transendensi, Kesadaran Berorganisasi, Kejelasan Peran, Pencapaian Tujuan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Jurnal Ilmiah Cakrawala. Th XXIX No 1 Februari.

Milfayetty, S. (2010). Networking Model in Management Counseling. Annual Proceedings of Selected Papers on The Practice of Educational Communication and Technology Presented at the annual Convention of the Association for Educational Communication and Technology (33rd. Anaheim California, volume 2), Education Resources Information Centre (ERIC) ED514647.

Milfayetty, S., Rahmulyani. (2011). Analisis Knowledge, Skill dan Ability (Ksas Konselor). Jurnal Educandum (4), (1).

Cozolino, Louis J. (2014). The Neuroscience of Human Relationship : attachment and the Developing Social Brain. London: WW. Norton & Company.

DOI : https://doi.org//210